Lapisan Network
(network
layer) adalah lapisan ketiga dari bawah dalam model referensi jaringan OSI. Lapisan ini
bertanggung jawab untuk melakukan beberapa fungsi berikut:
- Pengalamatan logis dan melakukan pemetaan (routing) terhadap paket-paket melalui jaringan.
- Membuat dan menghapus koneksi dan jalur koneksi antara dua node di dalam sebuah jaringan.
- Mentransfer data, membuat dan mengkonfirmasi penerimaan, dan mengeset ulang koneksi.
Lapisan
jaringan juga menyediakan layanan connectionless dan connection-oriented
terhadap lapisan transport yang berada di atasnya. Lapisan jaringan juga
melakukan fungsinya secara erat dengan lapisan fisik
(lapisan pertama) dan lapisan data-link
(lapisan kedua) dalam banyak implementasi protokol
dunia nyata. Dalam jaringan berbasis TCP/IP,
alamat IP
digunakan di dalam lapisan ini. Router
IP
juga melakukan fungsi routing-nya
di dalam lapisan ini.
Protokol
Lapisan Network
1. IP (Internetworking Protocol)
Mekanisme transmisi yang digunakan untuk menstransportasikan data dalam-dalam paket
yang disebut datagram.
2. ARP (Address Resulotion Protocol)
Protokol yang digunakan untuk mengetahui alamat IP berdasarkan alamat fisik dari
sebuah komputer.
3. RARP (Reverse Address Resulotion
Protocol) Protokol yang digunakan untuk mengetahui alamat fisik melalui IP
komputer.
4. ICMP (Internet Control Message
Protocol) Mekanisme yang digunakan oleh sejumlah host untuk mengirim notifikasi
datagram yang mengalami masalah pada hostnya.
5. IGMP (Internet Group Message
Protocol) Protokol yang digunakan untuk memberi fasilitas message yang simultan
kepada group penerima. (wian, 2012)
6. RIP
7. OSFP
8. IPX
9. NWLINK
10. Net BEUI
11. OSI
12. DDP
13. DEC net
ICMP
(Internet Control Message Protocol) adalah protokol yang bertugas mengirimkan pesan-pesan
kesalahan dan kondisi lain yang memerlukan perhatian khusus. Pesan / paket ICMP dikirim jika
terjadi masalah pada layer IP dan layer atasnya (TCP/UDP).
Pada konsisi normal, protokol IP berjalan dengan baik. Namun ada beberapa kondisi dimana
koneksi IP terganggu, misalnya karena Router crash, putusnya kabel,
atau matinya host tujuan. Pada saat ini ICMP
membantu menstabilkan kondisi jaringan,
dengan memberikan pesan-pesan tertentu sebagai respons atas kondisi tertentu
yang terjadi pada jaringan tersebut.
Fungsi
dari ICMP :
1. Membantu
proses error handling / melaporkan apabila terjadi error pada sebuah jaringan
2. Membantu
control procedure atau prosedur pengaturan pada sebuah jaringan
3. Menyediakan
pengendalian error dan pengendalian arus pada network layer atau lapisan
jaringan
4. Mendeteksi
terjadinya error pada jaringan, seperti connection lost, kemacetan jaringan,
dan sebagainya
Ada dua tipe pesan yang dapat dihasilkan ICMP :
2. ICMP Query
Message (dihasilkan jika pengirim paket
mengirimkan informasi tertentu yang berkaitan dengan kondisi jaringan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar